zigmaomicron

salah satu media propaganda dari saya.. ;)

Penyusunan Ransum Ternak dengan Metode Trial and Error

Penyusunan Ransum

Ransum adalah susunan bahan pakan yang seimbang dan tepat untuk ternak, sehingga mencukupi kebutuhan nutrisinya dalam satu hari. Perlu adanya metode penyusunan ransum yang tepat sehinga tercipta komposisi yang baik dan benar. Bila nutrisi ternak tercapai dengan baik, otomatis produktivitas akan baik pula. Usaha peternakan yang baik memiliki rancangan ransum yang baik untuk ternaknya. Diusahakan tiap peternakan memiliki rancangann tersebut sendiri, tidak hanya bergantung pada komposisi complete feed pabrik. Dengan memiliki komposisi ransum sendiri, peternak dapat mendambil bahan pakan yang potensial di sekitarnya sehingga biaya untuk pakan dapat diminimalisir. Seperti limbah pasar, limbah rumah makan, dsb.

Secara umum penyusunan ransum untuk ternak terdiri dari beberapa cara, diantaranya:

  • Trial and error
  • Equation
  • Pearson’s Square
  • Program Linear Komputer

Kali ini hanya akan dibahas mengenai metode trial and error. Metode ini juga biasa disebut dengan metode coba-coba. Sesuai dengan mananya, pada dasarnya kita melakukan coba-coba presentase komposisi bahan pakan sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan. Dengan demikian, metode ini dianggap paling mudah untuk membuat komposisi ransum namun cukup ribet jika komposisi belum tercapai seimbang. Namun dalam penentuan harganya tidak musti didapat nilai yang murah tiap komposisi yang didapat.

Langkah dalam trial and error yaitu :

  1. Lihat daftar kebutuhan nutrisi ternak yang akan dibuatkan ransum. Kebutuhan tiap ternak berbeda-beda. Dalam contoh ini untuk ayam petelur periode starter dengan kebutuhan
  • Energi (ME) 2900 – 3000 Kkal/kg dan
  • Protein kasar (PK) 18% – 19%.
  1. Tentukan apa saja bahan pakan yang akan digunakan. Dalam penentuan bahan pakan, diusahakan bahan pakan yang murah dan mengandung antinutrisi serendah-rendahnya. Setelah itu kita mencari tahu kandungan bahan pakan tersebut, dapat dari analisa proksimat sendiri atau menggunakan buku dari Hari Hartadi dan literatur lain, catat kadar Energi dan PKnya. Dalam contoh ini bahan yang digunakan adalah :
  • jagung kuning giling (PK 8,6%, ME 3370 Kkal/kg)
  • bekatul (PK 12%, ME 2860 Kkal/kg)
  • bungkil kacang kedelai (PK 48%, ME 2240 Kkal/kg)
  • tepung ikan (PK 63,6%, ME 2830 Kkal/kg).
  1. Sebelum menghitung, kita pertimbangkan sesuai karakteristik ternak dan karakteristik bakan pakan karena kandungan antinutrisinya. Karena ternak ayam petelur dengan pakan biji-bijian, persentase jagung kuning lebih tinggi. Dalam penyusunan ransum tepung ikan komposisi maksimal sebanyak 10%.
  2. Melakukan penghitungan :
  • Langkah 1. buat persentase awal dengan batas sesuai karakteristik tadi. Dalam pembuatan ransum perlu ditambahkan premix berisi mineral sebesar 1 % dari seluruh ransum.
Bahan pakan

PK

ME

Prosentase

Jagung kuning

8,6

3370

50

Bekatul

12

2860

30

Bungkik kc kedelai

48

2240

10

Tepung ikan

63,6

2830

9

Premix

-

-

1

ü  Lalu kita hitung PK tiap bahan dan PK total ransum

Bahan pakan

PK

Prosentase

Hasil

Jagung kuning

8,6

50

4,3

Bekatul

12

30

3,6

Bungkik kc kedelai

48

10

4,8

Tepung ikan

63,6

9

5,72

Total

18,42

ü  Hitung ME dan ME total ransum

Bahan pakan

ME

Prosentase

Hasil

Jagung kuning

3370

50

1685

Bekatul

2860

30

858

Bungkik kc kedelai

2240

10

224

Tepung ikan

2830

9

254,7

Total

3021,7

ü  Setelah perhitungan tadi didapat PK sebesar 18,42% dan ME 3021,7 Kkal/kg. Hasil ini masih terlalu tinggi, sehingga perlu pengurangan prosentase bahan tinggi ME yaitu jagung kuning.

Bahan pakan

Prosentase

Hasil PK

Hasil ME

Jagung kuning

45

3,87

1516,5

Bekatul

35

4,2

1001

Bungkik kc kedelai

10

4,8

224

Tepung ikan

9

5,72

254,7

Total

18,59

2996,2

ü  Hasil didapat dengan PK 18,59% dan ME 2996,2 Kkal/kg, sehingga memenuhi rentang cakupan kebutuhan ransun ayam petelur starter dengan PK 18%-19% dan ME 2900Kkal/kg – 3000 Kkal/kg.

  • Langkah 2. Dengan demikian dapat dihitung harga ransum per kilogram dengan rincian Prosentasi komposisi X Harga bahan per kilo
Bahan pakan

Prosentase

Harga

Hasil ME

Jagung kuning

45

4000  1800
Bekatul

35

3000  1050
Bungkik kc kedelai

10

6000  600
Tepung ikan

9

6000  540
Premix

1

10000 100

Total Harga

Rp.   4090

ü  Sehingga harga per kilogram ransum sebesar Rp. 4090,00.  Harga tersebut termasuk murah karena harga pasaran pakan komplit dari pabrik sekitar Rp.5.500,00.

TIPS :  agar perhitungan lebih mudah dapat menggunakan bantuan aplikasi pengolah angka seperti Excel dan lainnya.

Dengan format dan formula:

A

B

C

D

E

F

G

H

1

Bahan PK ME Harga Prosnt Hsl PK Hsl ME Hsl Hrg

2

Jagung kuning 8,6 3370 4000 45% =E2*B2 =E2*C2 =E2*D2

3

Bekatul 12 2860 3000 35% =E3*B3 =E2*C3 =E2*D3

4

Bungkil kedelai 48 2240 6000 10% =E4*B4 =E2*C4 =E2*D4

5

Tp ikan 63,6 2830 6000 9% =E5*B5 =E2*C5 =E2*D5

6

Premix - - 10000 1% - - =E2*D6

7

Total

1 =sum(F2:F5) =sum(G2:G5) =sum(H2:H6)

-          Total prosentase 1, karena 100%/100 = 1.

-          Agar perhitungan akurat, Total prosenase harus 100% atau 1. Bila terjadi kekurangan,selihig harus dimasukkan ke dalam prosentase salah satu bahan.

-          Dengan cara ini langsung ditemukan nilai total PK, ME dan Harga secara otomatis ketika posentase dirubah, sehingga perhitungan lebih cepat.

Download PDF
http://www.box.com/embed/y3rt6lhk5n74ekf.swf

6 responses to “Penyusunan Ransum Ternak dengan Metode Trial and Error

  1. MarLen Cyntia Sambiran Oktober 23, 2012 pukul 02:53

    like this…

  2. Anna Yuliastanti November 22, 2012 pukul 06:41

    trimakasih…….tulisan ini sangat membantu

  3. Galih Putera Ns April 17, 2013 pukul 04:00

    untuk prosentase maksimalnya kenapa yang dijelaskan cuma tepung ikan saja?
    darimana saya dapat mendapatkan data data bahan pakan, kandungan dan prosentase maksimalnya secara lengkap?

    • zigmaomicron Januari 25, 2014 pukul 15:25

      prosentase maksimal dimaksudkan sebagai restriksi. hal tersebut berkaitan dengan kandungan aspek antinutrisi, nutrisi tertentu, harga , dan lainnya. bisa juga pada pakan ternak ruminansia dapat digunakan pupuk urea pad apakan dan dibatasi maksimal hanya 0,1% dari ransum.

      persentase kandungan pakan didapat secara lengkap melalui analisa laboratorium. namun dipermudah untuk beberapa bahan pakan pada buku karya Hari Hatadi. tks

  4. biatin November 14, 2013 pukul 22:16

    terima kasih banyak. alhamdulillah ini referensi yang saya cari…

Tinggalkan komantar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: